Friday, November 23, 2007

aib at the church

Kata gereja dalam Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti:
  • Arti pertama ialah “umat” atau lebih tepat persekutuan orang Kristen. Arti ini diterima sebagai arti pertama bagi orang Kristen. Jadi, gereja pertama-tama bukan sebuah gedung.
  • Arti kedua adalah sebuah perhimpunan atau pertemuan ibadah umat Kristen. Bisa bertempat di rumah kediaman, lapangan, ruangan di hotel, atau pun tempat rekreasi. Jadi, tidak melulu mesti di sebuah gedung khusus ibadah.
  • Arti ketiga ialah mazhab (aliran) atau denominasi dalam agama Kristen. Misalkan Gereja Katolik, Gereja Protestan, dll.
  • Arti keempat ialah lembaga (administratif) daripada sebuah mazhab Kristen. Misalkan kalimat “Gereja menentang perang Irak”.
  • Arti terakhir dan juga arti umum adalah sebuah “rumah ibadah” umat Kristen, di mana umat bisa berdoa atau bersembahyang.

-id.wikipedia.com-

Dalam kehidupan yang penuh kejutan ini, terkadang hal yang memalukan bisa terjadi dimanapun dan kapanpun. Dalam gereja yang merupakan tempat suci sekalipun, Quina bisa mengalami kejadian2 ajaib. Ini dia contoh keajaiban Tuhan dalam gereja.

1. Saat komuni pertama, saya masih begitu kecil, baru mencapai penghujung tahun ke-6 pendidikan dasar. Saya bertugas mazmur waktu itu, dengan rok terusan berenda setali khas putri raja dan cepol di kepala. Kendati sudah begitu memikat, dengan paras ayu dan suara merdu, saya melakukan satu kesalahan fatal ketika menapak bumi. Sebenarnya hi-heels baru saya yang bersalah. Tanpa peringatan apapun, ketika saya sedang menaiki tangga menuju altar, sang heels selip dan saya pun jatuh terkapar di tengah tangga altar, merona malu ditertawakan umat segereja yang begitu keji tertawa di tengah ibadah.

2. Suatu hari yang cerah di bulan Oktober, saat sedang misa rutin di Kapel Seminari bersama gadis-gadis lain, saya mengantri komuni dengan pikiran yang melayang-layang. Tak disangka tak dikira, ketika romo meletakkan hosti ke tangan saya, saya ucapkan "Makasi!" dengan paras begitu berseri, seperti ketika bapa memberi uang kepada dombanya yang hilang. Betapa malunya saya, karena tentu saja seharusnya saya mengucapkan "Amin" dengan wajah yang khusyuk dan hati yang bersih.

3. Lagi-lagi Kapel Seminari menjadi saksi sejarah, ketika di suaru hari yang panas di bulan November, saya menemani Yosi yang begitu berhasrat mengeluarkan hasil ekskresi tubuhnya yang pepat itu. Berjalan perlahan agar tidak ketahuan, kepala saya justru membentur tembok dengan keras dan mengundang desahan publik yang menghadiri misa saat itu. Muka saya pun merona merah menyadari pandangan anak-anak Bapa yang dengan segenap hati tampaknya berempati pada saya.

4. Memang kapel seminari menyimpan sejuta misteri. Sekali lagi saat ekaristi, entah di bulan apa, saya tertidur begitu pulas. Dan Pak Susilo tersenyum dengan begitu tenang tepat di sebelah saya.

Maafkanlah saya Bapa, atas segala ketidksempurnaan anakMu ini. Marilah kita bersatu membangun gereja Katolik yang berjuang demi terwujudnya dunia yang bahagia dan sejahtera. Amin.

No comments: