Tuesday, November 27, 2012

Gunung Agung (3142 mdpl)

16-17 Agustus 2012
Margaretha Quina
Pendakian melalui Jalur Besakih

TRANSPORTASI
  • Opsi 1: Kendaraan pribadi. [dalam perjalanan ini: motor] Menggunakan motor, dapat ditempuh selama 2-3 jam perjalanan dari Denpasar ke arah Klungkung. Motor dan helm dapat dititipkan ke warung di dekat Pura Besakih.
  • Opsi 2: Kendaraan umum. Dari terminal Ubung perjalanan dilanjutkan ke Klungkung menggunakan bis ¾. Setelah itu berganti kendaraan dengan angkutan umum yang berupa minibus menuju Besakih. Berhenti di Pura Besakih.
  • Opsi 3: Pick-up service. [jika menggunakan jasa guide atau travel agent] Biasanya travel agent menawarkan pula jasa penjemputan dan pengembalian turis. 

PENGINGAPAN & WARUNG

Tidak ada tempat penginapan ala Basecamp yang memungkinkan di sekitar Pura Besakih. Bagaimanapun daerah tersebut memiliki banyak hostel / rumah penduduk yang dapat diinapi. Terdapat beberapa warung serta toilet umum di dekat pura. Perbekalan basah berupa ketupat, pepes, air mineral, dapat ditemukan di pagi – sore hari di warung tersebut. Apabila menggunakan kendaraan pribadi, dapat diparkir di dekat Pura dengan menitipkan kepada pemilik warung. 

BASECAMP & PENDAFTARAN

Pendaftaran dilakukan di Kepolisian Sektor Rendang, dari arah Denpasar berada di sebelah kiri jalan. Dibutuhkan fotokopi KTP/Passport dan biaya pendaftaran Rp 10.000,-

JALUR PENDAKIAN

Tidak terdapat penanda Pos ataupun Shelter di Gunung Agung. Secara umum landmark yang dapat ditemukan adalah:
  • Pura Besakih
  • Pura Telaga Mas
  • Batu Tulis / Boycamp
  • Puncak Agung

Pura Besakih – Pura Telaga Mas

Waktu tempuh: 45 menit
Jika ditempuh dengan berjalan kaki, dapat mengikuti jalanan aspal atau melalui kebun penduduk. Jika tidak bersama orang yang paham jalur, tidak disarankan melalui kebun. Sebenarnya hingga Pura Telaga Mas masih bisa ditempuh dengan motor/mobil, dan parkir di depan Pura Telaga Mas. Di depan pura terdapat bale-bale, namun tidak terdapat toilet di sini. Terkadang, ada ibu-ibu yang menjual kopi/makanan instan. Biasanya orang lokal akan bersembahyang dahulu di pura ini sebelum melanjutkan perjalanan.

Pura Telaga Mas – Batu Tulis (Boycamp)

Waktu tempuh: 5 jam – 7 jam
Sebenarnya jalur cukup jelas apabila dilakukan di pagi hari. Dari Pura Telaga Mas, ikuti jalan ke arah hutan, dan ambillah jalur yang mengarah ke kanan. Selama perjalanan, akan ditemui beberapa pura, ditandai dengan banyaknya canang yang ditempatkan di pangkalnya. Setengah perjalanan, terdapat percabangan jalan kecil ke arah kanan, yang merupakan jalan ke arah pura lain dimana terdapat sumber air, namun letaknya sangat jauh. Ikuti jalur utama yang terus lurus. Vegetasi berupa pepohonan rimbun masih akan meneduhkan hingga mencapai Batu Tulis. Batu Tulis sendiri merupakan tebing-tebing batu raksasa yang cukup luas, dan merupakan tempat ideal untuk menyaksikan matahari tenggelam ataupun bermalam. Tepat sebelum Batu Tulis dimungkinkan mendirikan tenda, namun tempatnya sangat kecil. Biasanya pendaki akan tidur di balik batu-batu besar atau cerug-cerug tanpa tenda, cukup dengan sleeping bag atau raincoat mengingat suhu di Gunung Agung cenderung hangat.

Padang ilalang saat golden sunset di Boycamp

Batu Tulis – Puncak Agung

Waktu tempuh: 1,5 jam – 3 jam
Dari Batu Tulis, tidak lagi ditemukan vegetasi hingga Puncak Agung. Pertama-tama akan ditemui jalur yang berbatu-batu curam, selanjutnya berpasir tanpa jalur dengan kanan kiri jurang, disarankan jangan terpisah terlalu jauh dari pendaki lain. Pemandangan lampu-lampu kota dan bintang terlihat jelas di sini. Puncak sejati Agung adalah puncak ketiga setelah melewati 2 puncak semu. Jalan menuju puncak sejati curam dan sempit, seringkali pula disertai angin yang cukup kencang.

Cotton field saat matahari tenggelam di Gn. Agung
Matahari terbit dari puncak Gn. Agung
Gn. Batur dan Gn. Abang dari puncak Gn. Agung

KETERANGAN TAMBAHAN

  • Perjalanan turun cukup licin dan berdebu, hati-hati apabila berlari.
  • Referensi lain dapat dilihat di http://www.indobackpacker.com/2004/10/30/gunung-agung-2/ (catatan: terdapat kesalahan dalam menyebutkan terminal Ubud; yang dimaksud adalah terminal Ubung)
  • Terdapat pantangan yang perlu diperhatikan ketika mendaki Gunung Agung:
1.       Tidak diperkenankan naik bagi wanita yang sedang mengalami menstruasi
2.       Tidak boleh membawa daging babi dan/atau sapi, dalam bentuk apapun

[opini subjektif / pelajaran kali ini]

  • Pendakian Gunung Agung biasanya dilakukan selama 1 hari yang dimulai tengah malam dan berakhir di siang hari. Jangan terburu-buru! Gunung Agung menyimpan keindahan luar biasa pada saat matahari terbenam, di malam hari, dan juga saat matahari terbit. Pendakian di pagi hari dengan menginap di Boycamp, lalu dilanjutkan summit attack untuk matahari terbit sangat disarankan.
  • Beberapa referensi menyebutkan bahwa pendakian melalui Pura Besakih diwajibkan didampingi guide. Sebenarnya, hal ini tidak mutlak berlaku. Secara administratif ketika melakukan pendaftaran, mandatory guide tidak dipermasalahkan bagi pendaki lokal yang telah mengetahui medan. Untuk informasi & dasar hukum yang lebih akurat, silakan hubungi Polsek Rendang (mohon share jika mengetahui nomornya)
  • Menurut beberapa teman Mapala di Bali, justru guide-lah yang terkadang ‘menemukan’ pendaki yang bingung kemudian mengharuskan digunakannya jasa guide untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di sisi lain, jalur Besakih memang memiliki rekaman ‘orang tersesat’ yang cukup banyak.
  • Jika ingin mendaki Gunung Agung dengan menghindari guide, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan. Namun patut diingat bahwa keselamatan harus tetap diutamakan, jangan mendaki tanpa pemahaman mengenai jalur.
1.       Gunakan Jalur Selat (Pasar Agung) atau Budakeling; atau
2.       Jika ingin melalui Besakih, mendakilah pada pagi hari. Kebanyakan pendakian dilakukan pada malam hari untuk mengejar matahari terbit, lalu segera turun kembali. Dengan mendaki di pagi hari, probabilitas dicegat guide lebih kecil;
3.       Mendakilah bersama orang lokal / komunitas Mapala. Manfaatkan event pendakian rutin atau pendakian massal, carilah informasi melalui jejaring sosial.

No comments: