wrong way for background check. these are valuable trashes exchangable with anyone who wants information about anything written in here. don't rush, research some more!
Monday, June 4, 2007
Semesteran yahud!
Chuape sekali hari-hari belakangan ini. Karena ulangan umum dan saya nggak pernah ngago'i gawean selama satu semester ini, jadi otomatis saya mesti usaha ekstra keras buat ini ulangan. Sebenernya hasilnya nggak begitu ngaruh, tapi tetep aja bawaannya jadi semangat kalo ulangan umum. So, lewat tengah malam tiap hari saya tidur. Tapi kok semangat yah? Asoyyyy!
Wednesday, May 30, 2007
Miss Universe 2007, yahud yahud!
Lihat Miss Universe? Salut deh buat Miss USA. Jatuhnya nggak oke, tapi reaksinya paten. Satu lagi yang menarik, saya suka banget pertanyaannya,
"If you had a superpower, what superpower would you have?"
Nah, sekarang mari kita berandai-andai. Kalau saya jadi yang dapat pertanyaan di atas, dalam event yang sama dan situasi yang sama, saya mau jawab dalam bahasa Indonesia. Pertama, my english isn't good enough. Kedua, saya mau pamerkan bahasa Indonesia ke dunia secara langsung. Dialeknya, intonasinya, diksinya, semuanya! Kalaupun ada penilaian tentang english, toh saya sudah cukup membuktikan semasa karantina. Oke, here's my answer:
"Kalau saya punya kekuatan super, saya pingin punya kekuatan untuk memperbaiki sumber daya alam. Tapi cuma sumber daya alam yang keadaannya sudah kronis. Misalnya ozon tuh, baru bisa saya benerin kalau keadaan bumi sudah parah, paling nggak sudah banyak yang mati lah. Biar kapok dulu tuh manusia, brejo sana sini. Giliran sudah mau kiamat, taraaaaa, saya datang deh. Hehe, asik kan."
Nah, kebetulan waktu itu saya nanyain kawan-kawan saya superpower apa yang mereka mau. Ini dia jawabannya
Mem: Pacak makan terus2an tanpa nambah gemuk. Terus pacak slam dunk. Terus teleport cak poppy yang di penyihir cha-cha.
Yoshi: Bisa baca pikiran.
Didi: Hati dan otak yang super, biar bisa berguna buat keluarga.
Santi: Invincible, biar aku pacak belaku sekendak jidat.
Budi: Dak kejingoan dan pacak bepindah2 sekendak aku.
Kak Uti: TERBANG!!
Kak Raevy: pengen biso terbang dan kekuatan api biar pacak maen bakar2an.
Sayang yah Agni nggak masuk 15 besar. Nanti deh, saya yang masuk. Oke?!
Vocabulary
Brejo: Bersusah payah.
Pacak: Bisa.
Belaku: Berkelakuan.
Sekendak: Sesuai kehendak.
Kejingoan: Kejingo'an. Terlihat.
"If you had a superpower, what superpower would you have?"
Nah, sekarang mari kita berandai-andai. Kalau saya jadi yang dapat pertanyaan di atas, dalam event yang sama dan situasi yang sama, saya mau jawab dalam bahasa Indonesia. Pertama, my english isn't good enough. Kedua, saya mau pamerkan bahasa Indonesia ke dunia secara langsung. Dialeknya, intonasinya, diksinya, semuanya! Kalaupun ada penilaian tentang english, toh saya sudah cukup membuktikan semasa karantina. Oke, here's my answer:
"Kalau saya punya kekuatan super, saya pingin punya kekuatan untuk memperbaiki sumber daya alam. Tapi cuma sumber daya alam yang keadaannya sudah kronis. Misalnya ozon tuh, baru bisa saya benerin kalau keadaan bumi sudah parah, paling nggak sudah banyak yang mati lah. Biar kapok dulu tuh manusia, brejo sana sini. Giliran sudah mau kiamat, taraaaaa, saya datang deh. Hehe, asik kan."
Nah, kebetulan waktu itu saya nanyain kawan-kawan saya superpower apa yang mereka mau. Ini dia jawabannya
Mem: Pacak makan terus2an tanpa nambah gemuk. Terus pacak slam dunk. Terus teleport cak poppy yang di penyihir cha-cha.
Yoshi: Bisa baca pikiran.
Didi: Hati dan otak yang super, biar bisa berguna buat keluarga.
Santi: Invincible, biar aku pacak belaku sekendak jidat.
Budi: Dak kejingoan dan pacak bepindah2 sekendak aku.
Kak Uti: TERBANG!!
Kak Raevy: pengen biso terbang dan kekuatan api biar pacak maen bakar2an.
Sayang yah Agni nggak masuk 15 besar. Nanti deh, saya yang masuk. Oke?!
Vocabulary
Brejo: Bersusah payah.
Pacak: Bisa.
Belaku: Berkelakuan.
Sekendak: Sesuai kehendak.
Kejingoan: Kejingo'an. Terlihat.
Sunday, May 27, 2007
Burqa: Answer
Saya sudah dapat jawaban tentang jilbab dan makan! Ternyata, jilbab panjang, atau dikenal dengan nama Burqa ini cuma dipake kalo keluar rumah, dan dilepas kalo sampe rumah. Jadi, mereka nggak masalah kalo mau makan, nyamil, nyicip masakan, asal di rumah. Nah, dari sini muncul pertanyaan baru. Kalo ada tamu, dipake ato lepas ya? Secara tugas jilbab kan menutupi aurat. Dan pertanyaan lama. Kalo kondangan ato ngerestoran? Gimana?
Kalo mau jawab, jawabkelah. Sumber saya http://en.wikipedia.org/wiki/Burqa, siapa tahu ada yang terlewat.
Kalo mau jawab, jawabkelah. Sumber saya http://en.wikipedia.org/wiki/Burqa, siapa tahu ada yang terlewat.
Spiderman 3
Baru ingat! Mau nge-review Spiderman 3!
Saya kecewa berat sama itu film. Huh! Oke, dari segi special effect emang paten! Adegan laga juga paten! Joke juga asik. Tapi... Ada yang salah dengan film ini. And I don't know wat!
Pertama keluar bioskop, saya langsung nyimpulkan kalo jalan ceritanya klise. Tapi nggak terlalu klise. Tapi juga nggak surprising! Jadi gantung. Bingung? Oke, saya juga bingung.
Jadi begini maksud saya. Contoh film klise itu Tom and Jerry and another cartoon. Tapi tetep tuh film bertahan bertahun-tahun. Nah, contoh film yang penuh dengan surprise itu misalnya Kill Bill. Spidey 3 ada di antara itu. Mau dibilang tontonan anak kecil, kasian si anak nggak ngerti. Tontonan orang gede, kelewat ringan. See?
Setelah dipikir-pikir, ternyata banyak tuh film klise begitu. Jadi saya mulai meracau bahwa film ini sudah mencapai titik jenuhnya. Setelah Spidey 1 dan 2 yang ceritanya juga begitu, dan tipe film superhero sudah kepake di Spidey 1 sementara yang agak dark sudah di Spidey 2, jadi wajar aja Spidey 3 bikin bosen. Apalagi polanya emang gitu-gitu aja: Spidey bermasalah dengan kerjaannya, MJ ditawan, Spidey nyelamatkan, hampir kalah, tiba-tiba bantuan datang, Horeee! Menaaang!! Dam, bosan.
Nah, sehabis nonton Spidey, tiba-tiba pikiran saya melayang-layang ke Power Rangers In Space dan Ultramen Dyna-Gaia. Uhhh, saya kangen mereka... Loora loora looraaaa!
Saya kecewa berat sama itu film. Huh! Oke, dari segi special effect emang paten! Adegan laga juga paten! Joke juga asik. Tapi... Ada yang salah dengan film ini. And I don't know wat!
Pertama keluar bioskop, saya langsung nyimpulkan kalo jalan ceritanya klise. Tapi nggak terlalu klise. Tapi juga nggak surprising! Jadi gantung. Bingung? Oke, saya juga bingung.
Jadi begini maksud saya. Contoh film klise itu Tom and Jerry and another cartoon. Tapi tetep tuh film bertahan bertahun-tahun. Nah, contoh film yang penuh dengan surprise itu misalnya Kill Bill. Spidey 3 ada di antara itu. Mau dibilang tontonan anak kecil, kasian si anak nggak ngerti. Tontonan orang gede, kelewat ringan. See?
Setelah dipikir-pikir, ternyata banyak tuh film klise begitu. Jadi saya mulai meracau bahwa film ini sudah mencapai titik jenuhnya. Setelah Spidey 1 dan 2 yang ceritanya juga begitu, dan tipe film superhero sudah kepake di Spidey 1 sementara yang agak dark sudah di Spidey 2, jadi wajar aja Spidey 3 bikin bosen. Apalagi polanya emang gitu-gitu aja: Spidey bermasalah dengan kerjaannya, MJ ditawan, Spidey nyelamatkan, hampir kalah, tiba-tiba bantuan datang, Horeee! Menaaang!! Dam, bosan.
Nah, sehabis nonton Spidey, tiba-tiba pikiran saya melayang-layang ke Power Rangers In Space dan Ultramen Dyna-Gaia. Uhhh, saya kangen mereka... Loora loora looraaaa!
Jilbab penuh, makannya gimana yah?
Pas makan malam tadi, adik saya cerita tentang cewek berjilbab whole-body yang dia lihat entah kapan dah. Nah, ada yang aneh sama cewek ini, yaitu matanya nggak dikasih lubang! Sempet dia tanya sama kawannya yang Muslim, katanya emang ada orang yang begitu, dan dengan kasarnya sang kawan bilang kalo mbak itu nggak mensyukuri karunia Tuhan. Tapi lepas dari itu, yang paling kami bingung, konon di matanya bener2 nggak ditemukan secercah lubang pun. So, gimana dia jalan?
Kebingungan kedua. Di tengah-tengah bahasan, tiba-tiba Bapak saya nyeletuk.
"Nah, San, mestinya kamu ikutin dia ke restoran,"
Jelas kami bingung.
"Liat gimana dia makan."
Oke! Sekarang kami tambah bingung. Gimana orang berjilbab penuh begini makan?! Wong mulutnya aja ketutupan jilbab. Masak dia nggak pernah makan di depan umum? Nggak pernah kondangan? Nggak pernah ke restoran?! Dahsyat bok, pusing ah!
Boleh-boleh kalo mau uji imajinasi gimana tuh cewek makan.
Kebingungan kedua. Di tengah-tengah bahasan, tiba-tiba Bapak saya nyeletuk.
"Nah, San, mestinya kamu ikutin dia ke restoran,"
Jelas kami bingung.
"Liat gimana dia makan."
Oke! Sekarang kami tambah bingung. Gimana orang berjilbab penuh begini makan?! Wong mulutnya aja ketutupan jilbab. Masak dia nggak pernah makan di depan umum? Nggak pernah kondangan? Nggak pernah ke restoran?! Dahsyat bok, pusing ah!
Boleh-boleh kalo mau uji imajinasi gimana tuh cewek makan.
Subscribe to:
Posts (Atom)