Thursday, June 19, 2008

artis jadi cawagub... ahhh

good night electric, ladies and gentleman.
telah berpulang ke PALEMBANG, Margaretha Quina sang pembawa ceria.

ah lama sekali tidak bersua, wahai palembang. kian cemerlang saja pesonamu walau usiamu tlah senja. kini tlah mengerti hatiku akan makna sesungguhnya dari frasa "tanah air beta". Palembang, kota kecil nan kumuh tempat hatiku berlabuh. biar jauh sauh mengayuh, disinilah beta kan jadi sesepuh. tapi ada satu hal yang menggelitik hatiku. kenapa HELMI YAHYA mau jadi antek-antek SYAHRIAL??! oh berdukanya aku!

seperti yang telah lama kita saksikan, hanya ada dua kandidat terkuat calon gubernur sumsel. ALEX NOERDIN dan SYAHRIAL OESMAN. dilihat dari segi iklan, hasil pekerjaan, dan profil, saya memilih untuk mendukung bang alex. meskipun santer diliputi berbagai isu tentang uang, semisal tentang peminjaman dana pembangunan dan korupsi serta perselingkuhan, tetap saja alex lebih memikat bagi saya. sebenernya yang paling saya suka adalah visi alex. paling nggak dia punya konsep dan track akan apa yang mau dilakukan, yang berkualitas dan sudah dijalankan paling nggak di daerah dia. itu udah cukup buat memikat saya. sebenernya ada beberapa hal lagi yang membuat saya memilih alex. jujur aja saya terpikat iklannya. iklannya bagus2 bo! dan dia jeli membidik momen2 buat masang iklan, yang bikin masyarakat ngerasa bahwa dia bersimpati buat kita. iklan alex itu simpel, tapi sarat makna. dan kreatif!! ada beberapa iklannya yang anak muda banget deh. dan ada beberapa lagi yang nantang, berupa kutipan dari orang2 yang entah siapa, sehingga keliatannya tuh iklan bner2 nyuarain aspirasi rakyat. alasan terakhir saya milih alex mungkin gara2 saya nggak suka syahrial. black campaign nya kenceng. saya pernah nyari2 di internet, dan nemuin forum serta coment2 dan artikel2 tentang alex vs. syahrial. banyakan artikel subjektif berkedok review, dan nggak jarang juga sebenernya yang tentang alex. tapi coba sodara sodari sekalian cari di google, baca2 deh. saya nggak suka pendukungnya syahrial. sebenernya saya nggak suka semua pendukungnya! hahaha! tapi saya lebih nggak suka cara pendukung syahrial yang banyak menyerang alex. semua negatif. nggak ada yang mencoba ngebeat alex dengan ngasih fakta secara nyata akan prestasi syahrial. dan inget kan waktu syahrial ngomong bahwa sumsel nggak perlu pengobatan dan pendidikan gratis, trus tau2 syahrial muncul dengan program yang ngejiplak program si alex itu dan gagal total? ato waktu pihak syahrial niupin isu perselingkuhan alex, terus dibales pihak alex dengan ngaduin korupsinya syahrial ke kpk? ato waktu syahrial ngedompleng ketenaran sfc yang menang copa sama liga djarum? menyebalkan. ah ini saya ikut2an jadi pendukung ya. anyway saya nggak fanatik kok sama alex. saya juga nggak percaya bner akan segala isu yang ada. dalam politik dilarang buat bner2 percaya akan sebuah isu. percaya deh, semua "kebenaran" punya konsekuensi masing2 dalam politik. yah tapi cuma saya suka aja sama alex. hahaha!!

oh ya, saya sebel banget ya sama fenomena "CAWAGUB ARTIS"!! apa2an tuh helmi yahya. sebel saya. mau2nya dia jadi cawagub buat syahrial. ketauan baget, cagub manapun, kalo udah milih artis buat jadi wakilnya, pasti PENGEN MENANG DOANG. nggak berlebihan kalo saya bilang para petinggi kita punya fighting spirit yang kalah sama anak2 sma. teman2 saya sekalipun punya ke-legowo-an buat nerima pemenang yang emang lebih berkualitas dari mereka. dan mereka emang sadar diri akan kualitasnya. nah kalo yang udah make cawagub artis ini, udah ketauan banget bahwa mereka mau mendompleng popularitas si artis, yang notabene pasti bakal banyak meraup suara dari masyarakat kita yang masih polos dan agak acuh ini. memang ada positifnya juga, secara para artis ini memang lebih bersih dan fresh dibandingkan politisi2 lain yang notabene udah kenyang maen curang. yah moga2 aja si helmi emang bisa berkualitas bener. tapi tetep aja syahrial itu cuma ikut2an tren kebelet menang. jadi emosi nih.

mmm, baidewei, HAPPY BIRTHDAY, palembang!!

Wednesday, June 11, 2008

from bandung with love

YEEEHA!!!
langsung dari bandung, beibeh!!!

nah jai selama hampir 2 minggu ini saya ngetem di bekasi, di rumah tante, dalam rangka ngikutin umb ui. aih malas sekali saya bercerita. sudah lah intinya umb-nya SAAAAAARRRRRRROOOOOOOOOO!!!!

nah sekarang saya lagi mangkal di bandung, enak nih di bandung suer daripada di jakarta atopun bekasi!!! lagi bingung banget ngurusin jadwal, secara kalo saya nggak keterima umb, saya mesti ngejoin spmb. nah kalo keterima umb, saya mesti ngurusin daftar ulangan dan tetep spmb! selaen itu, saya juga kepengen kengidem naek lawu, tapi juga pengen naek kerinci. terus, juga mau keliling2 gitu deh kemana aja yang penting berwisata. dan, masih mau ke jakarta ngunjungin sepupu saya yang di jakpus. aiiiih bingungggg!!!

satu lagi, SAYA KANGEEEEEEEEN PALEMBANG!!

Tuesday, May 27, 2008

morning glory

It was early morning, and I prayed rosary with a friend. It was really difficult to concentrate, too sleepy I guess, but I tried hard anyway. In the middle of my prayer, I’ve just realized that there were sooo many birds singing. So I went out, still praying, to feel the cold breeze touch my skin. Hell yeah, there were few times I’ve felt this sensation, and I’ve never bored of it.

At the 20th of May, the National Awakening Day (if I may say like that), I woke up very early, went to the roof, see the sky of indigo turned red at the east. And still, the birds sang and the air was cold. Morning sensation, you know. I raised my beloved flag, Merah Putih, that day, with a friend with whom I prayed rosary today.

Now let’s back to 2007. I hiked Semeru, and it was only a few steps to reach Mahameru (that’s the peak of Semeru). But my friends was all behind, and I never know whether I was in the right or wrong way. I was very alone in a place called Arcapada, with nine graves around and very sharp ravine at my left and right, all was stone, no vegetation anymore. The road was fit only for one’s feet, not for two, so I have to be very careful not to fall down. The topography was very complicated; it was really risk to made every single movement. And I have to wait about one hour for my friends, all alone in that bloody place. So I took a look around. I hear no one’s sound but the mountain wind (oh it’s so scary, really!). I found nobody, not a single mammal. I saw the graves one by one, to find that most of them was dead at this place where I was standing. And it was dark, very dawn, half to five, I guess. I really wait for the sunrise. Then when I felt the dark turns light, it was a really great relief. Again, morning glory. The birds starts singing, the view was so clear. The landscape underneath was very great. All was visible. Felt like I was at the top of the world. And it was, really, really, truly amazing! You should see it by yourself. The morning view was always wonderful, even at the place with nine graves around you.

Friend, if you have never feel the morning sensation, I plead to you, wake up very early tomorrow morning!! At dawn if necessary. Trust me; the morning sensation will give you a very fresh point of view about the nature. So at everything you do, you’ll try to save the nature. Cause we still wanna see the morning glory, ain’t we?

Wednesday, May 14, 2008

panduan praktis berbirokrasi di indonesia

1. jangan ragu. kemanapun anda akan melangkah, seminim apapun modal anda, langkahkanlah saja kaki anda dengan keyakinan dan kepasrahan kepada Tuhan YME. ada baiknya berdoa dahulu sebelum memulai aksi anda.

2. tunjukkan kepercayaan diri anda. sebodoh apapun anda, wajah yang penuh percaya diri akan menaikkan martabat anda di mata para birokrat pemangsa uang rakyat.

3. jangan sok tahu. boro-boro membuat orang respek, bisa-bisa malah anda semakin dipersulit. anda hanya boleh bertingkah pintar bila anda memang sangat amat begitu pintar dan paham akan medan yang anda hadapi.

4. ikuti situasi. biasanya begitu anda sampai, seseorang akan menyapa anda dan menawarkan bantuan. bila anda memang belum tahu apa-apa, ada baiknya anda memasang wajah "tolong hampiri saya". selanjutnya, adalah tugas anda untuk membangun komunikasi yang luwes, hati-hati, tegas, dan tentunya menguntungkan anda.

5. selalu ingat nama orang yang menangani anda. catat nomor HP-nya. merupakan suatu kebiasaan dalam proses birokrasi, terutama yang prosedural, untuk melempar-lemparkan pemohon dan kemudian menerlantarkannya. bila anda sudah mulai mengendus bahaya ping-pong ini, segera minta bantuan seorang 'orang dalam' untuk mengawal anda.

6. jangan terlalu percaya dengan keterangan via hotline. mungkin menelepon dahulu untuk memastikan kelengkapan yang diperlukan ada baiknya, tetapi jangan lantas terpaku dengan apa yang anda dapatkan via telepon. kadang, keterangan dari sang penjawab telepon hanya akan membuat anda merasa kesulitan, dan akhirnya menghalangi langkah anda selanjutnya yang sebenarnya tidak sesulit kedengarannya.

7. bawalah uang. ini indonesia, bung! apalah artinya birokrasi tanpa pelicin. ckckckc.

Saturday, May 10, 2008

# Budi

ini suatu penghargaan buat temen2 saya. mungkin nggak semuanya deket tapi mereka ini orang2 yang saya respeki. saya sadar banget (dan sedih banget) bahwa sebentar lagi kami2 bakal mencar ke seluruh penjuru dunia. mereka2 mungkin nggak pernah bakal nemuin tulisan ini, tapi saya berharap banget mereka tetep baiiik selamanya, dan bisa ngasih kesan yang dalem buat orang2 lain.
love you, guys...


Group: Bestfriend
Sub-Group: d’Dudasjandas


perkenalkan, lelaki (ke)ganteng(an) hasil perkawinan silang seorang toke bus bukit dengan lelaki pembawa gen botak, yang jelas-jelas akan mengakibatkan masa depan dari si (ke)ganteng(an) ini dibayangi kebotakan absolut.

budi itu menorehkan banyak kenangan, membawa banyak kesenangan. kami baru kenal kurang dari dua taun, tapi saya nggak pernah ngerasa nggak deket sama dia bahkan nggak pernah canggung sekalipun cuma berduaan. dulu hampir tiap malam saya chat sama budi, dan nggak pernah sekalipun bosen. apa aja bisa jadi bahan omongan kita, dan buat yang pernah ikutan saya chat sama budi, mungkin ngerti betapa nggak pernah jelasnya omongan kami. kami bisa ganti topik dengan sangat ekstrim, dengan tetap mempertahankan kekoherenan omongan kami! nemuin budi bikin saya bner2 ngerasa dikasih kawan yang nyambung-segala-sesuatunya oleh tuhan. kawan yang tanpa prasangka, nggak akan nyela, jujur dan blak-blakan, sama2 bego dan doyan bermimpi (saya dan budi sangat hobi ngomongin masa depan), nggak doyan ngomongin kejelekan orang, nggak terarah dalam percakapan, tanpa intrik dan politik, kawan yang senantiasa senasib dan sepenanggungan…

banyak banget hal2 yang unik sama2 budi. entah gimana saya dan budi sering banget mikirin hal yang sama, tertarik hal yang sama, tertimpa hal yang sama, ngelakuin hal yang sama, terhubung oleh kasus yang sama. kayak pas pagi2 saya numbur bus dan ternyata itu busnya si budi. terus suatu hari saya dan budi sama2 nulis tentang kamar mandi di blog. terus sekarang saya ketular sialnya budi, kami sama2 ngilangin surat berharga punya orang dan serangkaian kesialan lainnya. ada lagi: saya dan budi sering banget dikasih kerjaan berdua, dan kayaknya setiap kerjaan yang kita kerjain berdua nggak ada yang beres, tapi selalu berakhir bahagia.

satu yang paling saya salut dari budi di balik keleletan, kemalesan, keganjenan, ketegaan, dan ke-tidak pernah respekan-nya sama saya adalah kecintaanya pada keluarga. dia rela ngegadaiin cita2 kuliah ke luar kota demi nemenin orangtua yang semakin renta. sikap yang sungguh mulia. emang nama budi itu pas banget ya dipake buat contoh kalimat waktu sd.

tapi jujur aja saya nggak ngerasa sedih kok pisah sama budi. secara kita emang sering banget chat. jadi lisan maupun tulisan, sama2 nikmat. yang pasti saya beruntung banget punya kawan kayak budi. ke dia lah saya nggak pernah berprasangka. nggak pernah mikir macem2. bisa dibilang sangat percaya. karena saya ngerasa kenal dia, tanpa politik dan intrik.

and i hope it’ll always be like this, till death do us apart. (ahay bhsa nyo!)